Beberapa Kitab Tafsir Alquran ini Cukup Mahsyur Sampai Sekarang | Penerbit Tafsir Alquran

10 Mei 2019

Tafsir Alquran yaitu sebuah ilmu pengetahuan untuk mengerti dan manafsirkan ayat yang bersangkutan dengan Alquran dan isinya berfungsi sebagai mubayyin (pemberi penjelasan). Mubayyin menjelaskan tentang arti dan kandungan Alquran, tersendirinya menyangkut ayat-ayat yang tidak bisa di pahami dan samar artinya. | Penerbit Tafsir Alquran

Untuk mengerti dan meninterpretasikan Alquran diperlukan tidak sekadar pengetahuan bahasa Arab saja namun, juga harus mendalami berbagai macam ilmu pengetahuan yang menyangkut Alquran dan isinya. Ilmu ini yang bisa mengerti Alquran disebut dengan Ushul Tafsir atau biasa dikenal dengan Ulumul Quran.

Bentuk Pemahaman sendiri terbisa dua jenis yakni at-Tafsir bi al-ma’tsur dan at-Tafsir bi-ar-ra’yi dengan memakai empat metode yakni, ijmali, tahlili,muqarin dan maudhu’i. Sedangkan dari segi coraknya lebih beragam, ada yang bercorak sastra bahasa, fiqih, teologi, filsafat, tasawuf, ilmiyah dan corak sastra budaya kemasyarakatan.  | Penerbit Tafsir Alquran

Tafsir sendiri berasal dari kata al-fusru yang berarti al-ibanah wa al-kasyf yakni menjelaskan dan menyingkap sesutu. Dalam pengertian terminologi, yang dinukil oleh Al-Hafizh As-Suyuthi dari Al-Imam Az-Zarkasyi ialah ilmu untuk mengerti kitab Allah SWT yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW, menjelaskan makna-maknanya, menyimpulkan hikmah dan hukum-hukumnya. Nah, di bawah ini terbisa beberapa kitab yang bisa yang paling mahsyur di zaman sekarang ini. | Penerbit Tafsir Alquran

Kitab Tafsir Al Jalalain

Tafsir Al Jalalain yaitu sebuah tafsir ringkas yang ditulis oleh dua orang Al Hafiz atau Al Hafidzaan, yakni Al Hafidz Al Mahali dan Al Hafidz As Suyuthi. Mereka berdua ini digelari dengan nama Jalaluddin, dan karena itulah kitab yang dibuatnya dinamakan Al Jalalain yakni tafsir dari Jalaluddin Al Mahali dan Jalaludin As Suyuthi. Kemudian dikarenakan Jalaluddin Al Mahali meninggal dunia sebelum menyelesaikan tafsirnya tersebut maka tafsir Al Jalalain pun diselesaikan oleh As Suyuthi. | Penerbit Tafsir Alquran

Kitab Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir ibnu katsir yaitu salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah umat Islam sekarang ini. Imam Ibnu Katsir menghabiskan banyak waktu dalam menyusun kitab ini, maka tidak heran jika Pemahaman beliau sangat kaya dengan riwayat-riwayat, baik itu dari hadits maupun atsar. Bahkan hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal ra. Dalam kitab Al Musnad juga tercantum di dalam kitab tafsir ini.

Kitab tafsir ini memiliki metode penyusunan dengan cara menyebutkan ayat terlebih dahulu, baru kemudian menjelaskan tentang makna secara umum. Selanjutnya meninterpretasikannya dengan ayat, hadits, perkataan para sahabat dan para tabi’in. | Penerbit Tafsir Alquran

Beliau juga terkadang menjelaskan seputar hukum yang berkaitan dengan ayat, tentu saja dengan dukungan dalil lain dari Alquran dan hadits serta dilengkapi dengan penbisa para ahli Fiqih. Apabilah masalah itu dikhilafkan diantara mereka, selanjutkan imam ibnu katsir akan merajihkan (memilih dan menguatkan) salah satu penbisa tersebut.

Kitab Tafsir Al-Maraghi

Kitab tafsir ini sangat menarik sekaligus kontroversial, karena kitab ini ditulis oleh ulama modern yang pemikirannya dianggap dekat dengan kaum mu’tazilah.

Kitab tafsir ini berisi ulasan kontemporer karya ulama besar Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Kitab tafsir Al-Maraghi terbagi dalam 10 jilid yang diterbitkan untuk pertama kalinya di Maktabah al-Babi al Halabi (Kairo) pada tahun 1369 H.

Walaupun di kalangan penganut tafsir salaf dianggap sebagai kitab kontroversial dan banyak ditinggalkan, kitab tafsir ini sangat digemari oleh para pelajar yang mengkaji tafsir di bangku perguruan tinggi. Gaya Pemahamannya pun dianggap modern, yakni berusaha menggabungkan berbagai madzhab Pemahaman, terutama metode tafsir bil ma’tsur (berdasarkan hadits) dan tafsir bir ra’yi (berdasarkan logika), yang dianggap mengundang kontroversi.

Kitab Tafsir al-Kasysyaf

Pemahaman yang ditempuh al-Zamakhsyari dalam karyanya ini sangat menarik, dikarenakan uraiannya singkat dan jelas. Sehingga para ulama Mu’tazilah mengusulkan agar tafsir ini dipresentasikan kepada para ulama Mu’tazilah dan mengusulkan agar pemahamannya dilakukan dengan corak i’tazali. Hasilnya yaitu tafsir al-Kasysyaf yang ada pada sekarang ini.  | Penerbit Tafsir Alquran

Pada tahun 1986, kitab tafsir al-Kasysyaf ini dicetak ulang pada percetakan Musthafa al-Babi al-Halabi, di Mesir yang terdiri dari empat jilid. Kitab tafsir al-Kasysyaf berisi Pemahaman secara runtun berdasarkan tertib para mushafi, yang terdiri 30 juz 144 surat, mulai dari surat al-Fatihah hingga An-nas.

Setiap surat diawalai dengan basmalah kecuali surat at-Taubah. Di jilid pertama diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Maidah. Jilid kedua diawali dengan surat Al-an’am dengan surat al-Anbiya. Di jilid ketiga di awali dengan surat al-Hajj dan diakhiri dengan surat al-Hujurat. Dan jilid keempat diawali dengan surat Qaf dan diakhiri dengan surat An-nass.

Kitab Tafsir al-Mizan

Tafsir al-Mizan ini ditulis oleh Allamah Sayyid Muh Husain Thabathabai, beliau yaitu seorang ulama iran. Motivasi beliau yang mendorong untuk menulis kitab tafsir al-Mizan ini yaitu karena beliau ingin mengajarkan dan meninterpretasikan Al-Quan yang mampu mengantisipasi gejolak rasionalitas pada masanya.

Di sisi lain, dikarenakan gagasan-gagasan matrealistik telah sangat mendominasi. Ada kebutuhan yang sangat besar akan wacana rasional dan filosofis yag akan memungkinkan hawzah mengkolaborasikan prinsip-prinsip intelektual dan doktrinal dalam Islam dengan memakai argumen rasional dalam rangka mempertahankan posisi Islam pada saat itu.  | Penerbit Tafsir Alquran

Menurut al-Alusi nama al-Mizan diberikan oleh Thabathaba’i dikarenakan di dalam kitab tafsirnya dikemukakan berbagai pandangan para mufassir. Beliau pun memberikan sikap kritis serta menimbang pandangan mereka baik untuk diterimanya maupun ditolaknya. Walaupun tidak secara eksplisit memberikan nama ini, namun pernyataan yang diberikan oleh Thabathaba’i secara implisit memang mengarahkan pada penamaan al-Mizan tersebut.  | Penerbit Tafsir Alquran

Penerbit Alquran



Baca juga
  »
30 Juli 2019
DISTRIBUTOR ALQURAN DI BANDUNG, HARGA AL QURAN TERJEMAH CANTIK
ALQURAN HARGA DISTRIBUTOR DAN PENERBIT